Jumat, 20 Agustus 2010

Lelaki di Taman Bunga

Dingin…

Malam
ini kuhinggapi sendiri

Selimut
dari pakaianku musnah karena gelap

Dan
lololangan anjing malam menemani menggigilku hingga pagi




Aku
lelaki kesepian , buta…

Yang
berada di tengah taman bunga

Hanya
bisa mencium

Dan
tak berani kupetik mereka

Bunga-bunga
itu di samping…kiri kananku

Tepat
di antara kaki dan jemari tanganku

Kedamaian
yang belum pernah kurasakan




Kuberanjak,
kupetik satu

Lalu
durinya menusuk teunjukku

Mawar
itu.., sakit itu.., kupetik satu

Kuhirup
hingga begitu dekat

Hingga
tak sadar darahku untuknya

Kucium,
damainya.., untukku




Kuletakkan
dia sejenak

Tergeletak
mencari senyumku

Ah..,
bodohku, kucampakkan mawar itu

Kucari..,
hingga terseok rapuh

Terduduk
dan termangu menanti waktu




Lalu
sejuk pagi datang

Hanya
membawa kesejukan

Sedangkan
aku mendesah mencari kedamaian




Secercah
cahaya datang membasuh mataku

Dan
kulihat indahnya dunia baru

Aku
menari kegirangan, melompat, dan kupeluk semua pohon..dahan dan
rantingnya




Mawar
itu..!

Kucari
dia diantara guguran bunga

Kutemukan,
tapi tak seperti waktu itu

Hangat
dan damainya.., tak ada




Lalu
kucari yang seperti itu

Kedamaian,
keindahan, dan cinta itu

Di
antara semua bunga di depan mataku




Kulihat
lelaki memetiknya lalu pergi.., dua.., tiga.., beranjak lagi

Betapa
mudahnya mereka temukan

Kedamaian
dan kesejukan yang bunga berikan

Ada
yang memetik satu.., dua.., tiga..

Duri
tak membuatnya jera

Beberapa
memetik satu.., dibuang dan memetik lagi

Begitu
mudahnya bunga-bunga itu berguguran




Kulihat
mawarku telah diambil lelaki lain

Tapi
dia tinggalkan tak jauh dari sampingku




Kuberjalan,
beranjak pergi, mencari..

Mencari
kedamaian yang pernah mawar berikan

Melati..,
angsana.., tulip..

Kucari
kedamaian untukku

Rasa
cinta itu.., kucari…

Lukisan Cinta pada Bintang

Di kanvas ini aku mengembara: langit tanpa tepi
kulukisi bintang-bintang, bertaburlah sinar tanpa henti
setiap bintang adalah nyala penuh gelora
seperti cinta tak mengenal padam, selalu membara.
Tatapanmu memikat hening: malam sebening telaga
senantiasa berseri, mata baiduri yang kutatap secara sempurna
ada jejak bintang di ekor matamu, meteor-meteor terjun ke hatiku
di bawah hujan cahaya, kuhabiskan malam bersamamu.
Kamulah bintang di hatiku paling terang
makanya galaksi indah tanpa lelah kukarang
hatimu horison segala pengembaraanku menepi segalanya sampai.
Bukankah cinta itu ledakan besar
yang mengawali ritus kebersamaan kita, memancar
ke penjuru semesta. Memancar sepanjang masa.
2010
Kamis, 29 Juli 2010

Malam yang Indah di Bulan Agustus

Ada malam yang indah pada hembus
angin di bulan Agustus
lengkung rembulan menerobos tarian jemari pinus
menyibak rahasia anggun di wajahmu
aku terpesona imaji bidadari
tatapmu cerlang yupiter di antara pisces dan aquarius
membuat indah
semestaku.
2010
Sabtu, 14 Agustus 2010

Musik yang Menyanyikan Cinta

Ada gerimis di jantungmu
musik yang menyanyikan cinta
kusaksikan refreinnya mengembun di matamu
menetes di kelopak bunga
seolah pagi baru saja bangkit
mengetukngetuk jendela.
Kau tatap aku, pun aku tak dapat menahan
matamu bagai sunyi dalam senandung
cinta di bulan
Agustus.
Aku terseret gerimis di
jantungmu.
2010

Minggu, 15 Agustus 2010

Doa Sebelum Tidur

Aku tak bisa menyusun kata
penutup yang indah
untuk mengakhiri percakapan

hanya bisa kutatap matamu
sampai embun.

Bahkan bintang-bintang telah
bergugur
tetapi aku enggan tidur
sibuk menganyam bait demi bait kasih di rambutmu
seribu musim merajut singgasana
di atas kelambu

bukankah malam adalah istana
tempat paling megah
di atas bumi
engkau dan aku selalu bersanding
berbagi cerita berbagi puisi
berbagi doa

menciptakan pagi.

2010

Rabu, 18 Agustus 2010

puisi malam

Ku tuturkan dalam bahasa lugas tanpa lafas
tergugu beku mencumbu malam dalam dekapan rindu puisi malam

Ada yang terlepas dari dasar jiwa , cintanya dan pemujanya
Bergulir sayup-sayup desau risau angin membelai wajahku yang pucat pasi

Dari bayangan sejuta angan kutahu semua terhampakan
Kembali kututurkan satu-satu bahasa dalam kalbuku

Mencuri jauhnya jiwa yang pernah termiliki dan yang kini terlepaskan
Tak tergeming meski hujahan rindu puisi malam aku hantarkan
lewat sayap-sayap kecil kelelawar malam

Hambakan sebuah fatamorgana yang dulu tercipta
Tersabit tajam belati ngilu dirasa tak juga terkata
Bentangan kabut malam menjemput peraduan bisu disetiap lengkuhan nafas terjagaku

Cicit burung tidurkan ilalang di padang yang gelap
Membatasi pandangan antara kehadiran bayangan yang terpasung di kegelapan

Rebah di puncak kekalutan akan sebuah kehilangan
Kututurkan satu desahan lelahku

Rinduku beradu menyalak bak serigala yang lapar
namun rindu ini terkubur kembali dalam gulita malam
puisi malam hanyalah gugahan jiwaku yang terjerembab dalam gelap kehidupan sesaat

Marhaban Ya Ramadhan : Mohon Maaf Lahir Bathin


Marhaban Ya Ramadhan,
Kehadiran bulan Ramadhan yang merupakan satu rahmat dari ALLAH SWT. Bulan di mana Allah SWT melimpahkan pelbagai ganjaran pahala kepada hamba-hamba-NYA.

Terima kasih Ya Rabb,
Engkau pertemukan kami dengan bulan yang penuh berkah ini, mudah-mudahan kami termasuk golongan yang benar-benar beriman dan bertakwa yang selalu sentiasa menantikan kehadiran bulan Ramadan ini dengan menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan dan menanggung perasaan yang amat sedih apabila berakhir masanya.

Dan semoga dengan bulan ini mempertemukan kami dengan Keagungan Lailatul Qadar dan kami semua menjadi pilihan-Mu untuk dikabulkan do’a – do’a dan kembali menjadi fitrah.

Ya, Allah berkahilah kami selama Ramadhan dan selama hidup kami. Jadikan semangat Ramadhan sebagai spirit iman dalam diri kami. Jadikan kami sebagai hamba-Mu tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang hayat kami. Tanamkan dalam diri kami cinta masjid seperti kami terbiasa ke masjid saat Ramadhan. Jauhkan kami dari dosa-dosa seperti kau jauhkan kami darinya pada waktu Ramadhan. Istiqamhakan kami di atas kesucian jiwa dan kelembutan hati, seperti kami rasakan selama Ramadhan

Ya Allah, sesungguhnya kami telah mendengar panggilan yang menyerukan untuk beriman kepada-Mu,
maka kami telah beriman kepada-Mu. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan kami dan cabutlah nyawa kami bersama orang-orang yang berbakti.

Ya Allah berilah kami ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepada kami dan kepada dua orang ibu bapak kami dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah kami dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.

Cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik Pelindung.
Aamin allahumma aamin..

Dari lubuk hati yang paling dalam :
Jika kebaikan yang tampak pada perbuatanku adalah dosa-dosa,
maka katakanlah kepadaku, bagaimana aku harus meminta maaf.. (sumber : Penyair)

“Mohon maaf lahir bathin untuk segala khilaf,
baik yang di sengaja maupun tidak di sengaja”

“Selamat menunaikan ibadah puasa 1431 H,
Semoga kita dapat meraih nilai-nilai ketaqwaan”