Di kanvas ini aku mengembara: langit tanpa tepi
kulukisi bintang-bintang, bertaburlah sinar tanpa henti
setiap bintang adalah nyala penuh gelora
seperti cinta tak mengenal padam, selalu membara.
Tatapanmu memikat hening: malam sebening telaga
senantiasa berseri, mata baiduri yang kutatap secara sempurna
ada jejak bintang di ekor matamu, meteor-meteor terjun ke hatiku
di bawah hujan cahaya, kuhabiskan malam bersamamu.
Kamulah bintang di hatiku paling terang
makanya galaksi indah tanpa lelah kukarang
hatimu horison segala pengembaraanku menepi segalanya sampai.
Bukankah cinta itu ledakan besar
yang mengawali ritus kebersamaan kita, memancar
ke penjuru semesta. Memancar sepanjang masa.
2010
Kamis, 29 Juli 2010
Jumat, 20 Agustus 2010
Malam yang Indah di Bulan Agustus
Ada malam yang indah pada hembus
angin di bulan Agustus
lengkung rembulan menerobos tarian jemari pinus
menyibak rahasia anggun di wajahmu
aku terpesona imaji bidadari
tatapmu cerlang yupiter di antara pisces dan aquarius
membuat indah
semestaku.
2010
Sabtu, 14 Agustus 2010
angin di bulan Agustus
lengkung rembulan menerobos tarian jemari pinus
menyibak rahasia anggun di wajahmu
aku terpesona imaji bidadari
tatapmu cerlang yupiter di antara pisces dan aquarius
membuat indah
semestaku.
2010
Sabtu, 14 Agustus 2010
Musik yang Menyanyikan Cinta
Ada gerimis di jantungmu
musik yang menyanyikan cinta
kusaksikan refreinnya mengembun di matamu
menetes di kelopak bunga
seolah pagi baru saja bangkit
mengetukngetuk jendela.
Kau tatap aku, pun aku tak dapat menahan
matamu bagai sunyi dalam senandung
cinta di bulan
Agustus.
Aku terseret gerimis di
jantungmu.
2010
Minggu, 15 Agustus 2010
musik yang menyanyikan cinta
kusaksikan refreinnya mengembun di matamu
menetes di kelopak bunga
seolah pagi baru saja bangkit
mengetukngetuk jendela.
Kau tatap aku, pun aku tak dapat menahan
matamu bagai sunyi dalam senandung
cinta di bulan
Agustus.
Aku terseret gerimis di
jantungmu.
2010
Minggu, 15 Agustus 2010
Doa Sebelum Tidur
Aku tak bisa menyusun kata
penutup yang indah
untuk mengakhiri percakapan
hanya bisa kutatap matamu
sampai embun.
Bahkan bintang-bintang telah
bergugur
tetapi aku enggan tidur
sibuk menganyam bait demi bait kasih di rambutmu
seribu musim merajut singgasana
di atas kelambu
bukankah malam adalah istana
tempat paling megah
di atas bumi
engkau dan aku selalu bersanding
berbagi cerita berbagi puisi
berbagi doa
menciptakan pagi.
2010
Rabu, 18 Agustus 2010
penutup yang indah
untuk mengakhiri percakapan
hanya bisa kutatap matamu
sampai embun.
Bahkan bintang-bintang telah
bergugur
tetapi aku enggan tidur
sibuk menganyam bait demi bait kasih di rambutmu
seribu musim merajut singgasana
di atas kelambu
bukankah malam adalah istana
tempat paling megah
di atas bumi
engkau dan aku selalu bersanding
berbagi cerita berbagi puisi
berbagi doa
menciptakan pagi.
2010
Rabu, 18 Agustus 2010
puisi malam
Ku tuturkan dalam bahasa lugas tanpa lafas
tergugu beku mencumbu malam dalam dekapan rindu puisi malam
Ada yang terlepas dari dasar jiwa , cintanya dan pemujanya
Bergulir sayup-sayup desau risau angin membelai wajahku yang pucat pasi
Dari bayangan sejuta angan kutahu semua terhampakan
Kembali kututurkan satu-satu bahasa dalam kalbuku
Mencuri jauhnya jiwa yang pernah termiliki dan yang kini terlepaskan
Tak tergeming meski hujahan rindu puisi malam aku hantarkan
lewat sayap-sayap kecil kelelawar malam
Hambakan sebuah fatamorgana yang dulu tercipta
Tersabit tajam belati ngilu dirasa tak juga terkata
Bentangan kabut malam menjemput peraduan bisu disetiap lengkuhan nafas terjagaku
Cicit burung tidurkan ilalang di padang yang gelap
Membatasi pandangan antara kehadiran bayangan yang terpasung di kegelapan
Rebah di puncak kekalutan akan sebuah kehilangan
Kututurkan satu desahan lelahku
Rinduku beradu menyalak bak serigala yang lapar
namun rindu ini terkubur kembali dalam gulita malam
puisi malam hanyalah gugahan jiwaku yang terjerembab dalam gelap kehidupan sesaat
tergugu beku mencumbu malam dalam dekapan rindu puisi malam
Ada yang terlepas dari dasar jiwa , cintanya dan pemujanya
Bergulir sayup-sayup desau risau angin membelai wajahku yang pucat pasi
Dari bayangan sejuta angan kutahu semua terhampakan
Kembali kututurkan satu-satu bahasa dalam kalbuku
Mencuri jauhnya jiwa yang pernah termiliki dan yang kini terlepaskan
Tak tergeming meski hujahan rindu puisi malam aku hantarkan
lewat sayap-sayap kecil kelelawar malam
Hambakan sebuah fatamorgana yang dulu tercipta
Tersabit tajam belati ngilu dirasa tak juga terkata
Bentangan kabut malam menjemput peraduan bisu disetiap lengkuhan nafas terjagaku
Cicit burung tidurkan ilalang di padang yang gelap
Membatasi pandangan antara kehadiran bayangan yang terpasung di kegelapan
Rebah di puncak kekalutan akan sebuah kehilangan
Kututurkan satu desahan lelahku
Rinduku beradu menyalak bak serigala yang lapar
namun rindu ini terkubur kembali dalam gulita malam
puisi malam hanyalah gugahan jiwaku yang terjerembab dalam gelap kehidupan sesaat
Marhaban Ya Ramadhan : Mohon Maaf Lahir Bathin

Marhaban Ya Ramadhan,
Kehadiran bulan Ramadhan yang merupakan satu rahmat dari ALLAH SWT. Bulan di mana Allah SWT melimpahkan pelbagai ganjaran pahala kepada hamba-hamba-NYA.
Terima kasih Ya Rabb,
Engkau pertemukan kami dengan bulan yang penuh berkah ini, mudah-mudahan kami termasuk golongan yang benar-benar beriman dan bertakwa yang selalu sentiasa menantikan kehadiran bulan Ramadan ini dengan menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan dan menanggung perasaan yang amat sedih apabila berakhir masanya.
Dan semoga dengan bulan ini mempertemukan kami dengan Keagungan Lailatul Qadar dan kami semua menjadi pilihan-Mu untuk dikabulkan do’a – do’a dan kembali menjadi fitrah.
Ya, Allah berkahilah kami selama Ramadhan dan selama hidup kami. Jadikan semangat Ramadhan sebagai spirit iman dalam diri kami. Jadikan kami sebagai hamba-Mu tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang hayat kami. Tanamkan dalam diri kami cinta masjid seperti kami terbiasa ke masjid saat Ramadhan. Jauhkan kami dari dosa-dosa seperti kau jauhkan kami darinya pada waktu Ramadhan. Istiqamhakan kami di atas kesucian jiwa dan kelembutan hati, seperti kami rasakan selama Ramadhan
Ya Allah, sesungguhnya kami telah mendengar panggilan yang menyerukan untuk beriman kepada-Mu,
maka kami telah beriman kepada-Mu. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan kami dan cabutlah nyawa kami bersama orang-orang yang berbakti.
Ya Allah berilah kami ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepada kami dan kepada dua orang ibu bapak kami dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah kami dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.
Cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik Pelindung.
Aamin allahumma aamin..
Dari lubuk hati yang paling dalam :
Jika kebaikan yang tampak pada perbuatanku adalah dosa-dosa,
maka katakanlah kepadaku, bagaimana aku harus meminta maaf.. (sumber : Penyair)
“Mohon maaf lahir bathin untuk segala khilaf,
baik yang di sengaja maupun tidak di sengaja”
“Selamat menunaikan ibadah puasa 1431 H,
Semoga kita dapat meraih nilai-nilai ketaqwaan”
Jumat, 18 Juni 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
