Minggu, 07 Maret 2010

........................



2010

# Puisi Romantis Bag. 1 - Percikan Cinta Dari Engkau #

Sebelum cinta menemuiku,
Selama pintu hati masih terbuka,
Sebelum mata hati bisu,
Selama itu pula ku harus pahami cinta.

Entah apa yang terjadi dalam diriku,
Mengubah jalan pikiranku,
Mengubah jalan hidupku,
Mengubah sikap kasar dalam diriku,
Perubahan sangat berarti bagiku.

Percikan Cinta Dari Engkau,
Melengkapi segala kekurangan.
Percikan Cinta Dari Engkau,
Menghangatkan suasana hatiku.
Percikan Cinta Dari Engkau,
Memberi kasih yang berarti.
Percikan Cinta Dari Engkau,
Memberi sesuatu yang berharga.

Hingga kini ku bahagia,
Bersama dirimu .. Bersama harapanmu ...
Memahami paruh waktu meski terasa sunyi tanpamu disisi.
Pasti kita 'kan bertemu .. Bersatu dalam hidup bersama.

# Puisi Harapan Bag. 1 - Bisakah Kau Sadari ? #

Hati ini tak mampu berbohong,
Ingin hati bersamamu,
Hati ini terus bertahan,
Karena diriku mengharap semua belas kasih, hingga kau sadari.

Tak akan pernah menyerah,
Walau terus tersakiti.
Tak akan pernah berhenti,
Meski kau tak pahami.

Bisakah Kau Sadari ?
Semua rasa ini hanya untukmu.
Bisakah Kau Sadari ?
Kesetiaan yang akan kuberikan tulus untuk dirimu.

Catatan Kecil :
Puisi ini permintaan Dhina di Cihampelas, Bandung. Semoga cinta yang kau ingin dan dari kekasihmu bisa kau dapatkan.
Tak sebelah mata, tak sebelah tangan, maksudnya tak hanya satu harapan namun dua harapan yang bersatu. Amien. Adam
hanya bisa berdo'a. Semoga sukses!

# Puisi Romantis Bag. 2 - Walau Hanya Sebuah Puisi #

Kata-kata indah terrangkai,
Mengalir deras dalam benak,
Penuhi secarik kertas putih,
Hingga menjadi sebuah puisi, lantunan suara hati.

Walau Hanya Sebuah Puisi,
Berharap berharga bagi dirimu,
Walau Hanya Sebuah Puisi,
Ungkapan hati selalu menyayangi tulus bagi hidupmu.

Engkau hiasi benakku,
Dengan bayangan indah bersama dirimu.

# Puisi Lara Bag. 1 - Bukan Untuk Diriku #

Perih rasanya hati menahan,
Asa luka t'lah kau tancamkan,
Tak ku mengerti dari sikap semu akan cintamu,
Hancurkan mimpi indah saat bersamamu.

Asa indahmu Bukan Untuk Diriku,
Tak bisa ku paksakan,
Hasrat cintaku padamu,
Berharap, semoga kau pahami,
Rasa pahit ku rasa dari darimu dalam cintaku.

Berharap kau sadari rasa ini,
Kembalilah menjalin cinta yang terputus,
Masih ada kata maaf untukmu,
Biarkan hatimu memilihku untuk kembali.
puisi terbaru 2010

SUBUH

Menjelang fajar
Kulipat selimut malam
Yang selalu memberi kehangatan
Kutepiskan tirai jendela
Dan kubiarkan angin menembus
Tempat semediku
Kuambil air wudlu
Yang senantiasa menyirami kalbu
Dan membawaku dalam ketenangan
Lalu kubersimpuh menghadap Illahi
Memohon dan memuji kebesaran-Nya
Keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya
Dan kasih sayang-Nya
Terpatri setiap dentang waktu
Memberi kedamaian dan kebahagiaan
Ya Illahi
Aku bersyukur atas segala nikmat-Mu



PERASAANKU


Ada resah
Yang tak mungkin hilang
Terselip mesra dalam geming sayuku
Menepis semua rasa yang kabur
Terlena mengumbar janji
Memang sungguh naif
Bila harius ingkar
Ada yang tersisih dari hatiku
Entah ada apa denganku
Sekian lama memendam rasa
Tak pernah terungkap
Akutakut tuk bicara
Hanya diam membisu
Sekilasbayangan yang terlintas
Ada seulas senyum terlewat
Tapi hambar tercipta
Meski membuatku tersipu
Mungkin ini hanya mimpi
Yang terbersit dalam anganku
Sanpai kapan aku miliki perasaan ini
Aku takut tuk mengungkapkan
Karena ada yang terselip disini
Harus aku sadari
Bahwa aku merindukanmu
Dalam setiap anganku

* Puisi-Puisi yang puitis-puitis Buat para remaja

Minggu, 29 November 2009
puisi terbaru 2009

SUBUH

Menjelang fajar
Kulipat selimut malam
Yang selalu memberi kehangatan
Kutepiskan tirai jendela
Dan kubiarkan angin menembus
Tempat semediku
Kuambil air wudlu
Yang senantiasa menyirami kalbu
Dan membawaku dalam ketenangan
Lalu kubersimpuh menghadap Illahi
Memohon dan memuji kebesaran-Nya
Keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya
Dan kasih sayang-Nya
Terpatri setiap dentang waktu
Memberi kedamaian dan kebahagiaan
Ya Illahi
Aku bersyukur atas segala nikmat-Mu



PERASAANKU


Ada resah
Yang tak mungkin hilang
Terselip mesra dalam geming sayuku
Menepis semua rasa yang kabur
Terlena mengumbar janji
Memang sungguh naif
Bila harius ingkar
Ada yang tersisih dari hatiku
Entah ada apa denganku
Sekian lama memendam rasa
Tak pernah terungkap
Akutakut tuk bicara
Hanya diam membisu
Sekilasbayangan yang terlintas
Ada seulas senyum terlewat
Tapi hambar tercipta
Meski membuatku tersipu
Mungkin ini hanya mimpi
Yang terbersit dalam anganku
Sanpai kapan aku miliki perasaan ini
Aku takut tuk mengungkapkan
Karena ada yang terselip disini
Harus aku sadari
Bahwa aku merindukanmu
Dalam setiap anganku
Diposkan oleh is wahyudi di 04:18 1 komentar Link ke posting ini
puisi para remaja, bukan hanya cinta semata
RINDU

Rindu akan keagungan
Pujaan serta pujian umat
Yang ada hanya semu menatap jiwa
Rintihan luka mendendangkan sukma
Ini ...........
Teramat sulit menerka
Apa, iya, mengapa ...?
Sayang ....
Hanya gagal menari-nari
Diantara kemiskinan lman

POTRET KEHIDUPAN


Meniti sajak
Dalam bait-bait peradaban
Begitu samar dan semu
Sebuah potrer kehidupan
Yang tampak hanya bayang-bayang diri
Dalam panggung kehidupan
Semu menatap jiwa
Tuk ikuti alur perjalanan
Yang kian jauh
Menuju gebang suci
Dan akhirnya ...
Diam .....
Terpaku .........
Membisu .......
Bukan lagi tanpa suara
Tapi jeritan hati
Dalam mimpi abadi

ASA ESOK HARI


Malam panjang mengikis waktu
Dan menapak demi sebongkah hati
Mencari makna dari keduaan
Ketakutan akan mimpi-mimpi buruk
Terbayang hingga pagi tak ada lagi kepastian
Menangkap bayang-bayang semu
Di balik rona-rona kehidupan
Akankah tumbuh secul harapan
Untuk jalan panjang
Meniti hari esok penuh damai

PENANTIAN


Sering kutatap langit tanpa bintang
Yang menghiasi wajah tanpa cela
Yang selalu menyungingkan senyum
Tanpa tersenyum,
Kosong dan hampa
Bintang sembunyi dibalik awan
Yang tak berkabut
Dan bulan muncul tanpa sinarnya
Menyimpan sejuta kemuraman
Sepi, bisu
Tanpa suara
Dan kini .........
Di ujung masa
Kunanti gerimis hujan
Dalam selimut asaku

Rindu Kekasih


Aku temukan tubuh yang teronggok lesu
Menunduk, tak bergeming di atas altar
Hanya gumaman lirih
Keluar sebatas lenguhan
Atau kalimat panjang yang terputus
Sesekali hanya gerakan kecil
Sebuah tangan yang lemah
Menggapai sebuah harapan
Yang ia minta pada sujudnya
Apakah ini sebuah renungan
Tentang kerinduan kepada sang kekasih
Yang tak kunjung datang
Mampukah ia tuk tetap bersabar
Menanti saat ia menjemput
Kembali ke altar suci
Lalu bagaimana rindu ini terlampiaskan
Jika saat kekasih tak kunjung datang
Membawa segenggam harapan
Pada suratan kepasrahan
Mungkin ini hanya sebuah pengorbanan
Yang tuk persembahan bagi sang kekasih
Meski rindu ini menggantung
Diantara waktu yang kian berlalu

ASA YANG SIA-SIA

Kegelisahan tentang perjalanan ini
Semakin membuat diri jadi mati
Hidup seperti tiada arti
Karena rindu yang tergapai tinggal kenangan
Dan waktu sulit tuk aku lalui
Pergi dan melupakan semua cerita ini
Aku ingin bebas dari segala duka
Yang menyelimuti payung cintaku
Candu-candu yang keluar
Disetiap tarikan nafasku
Adalah kegelapan hidupku
Membelenggu aku dari hidupku
Membelenggu aku dari rinduku
Akankah kan datang
Satu harapan tentang rinduku
Yang slalu kunanti di taman bungaku
Membawa setangkai mawar
Sebagai pengobat dukaku
Hari demi hari kueja waktu
Telah sekian lama berlalu
Bungaku layu dirundung pilu
Menanti asa dalam syahdu


KITA TAK PERNAH BERJABAT TANGAN

Kita tak pernah berjabat tangan
Aku belum lagi sempat mengirim sepucuk pesan
Lewat angin yang karib dengan daun tinta
Yang menyusup ringan dan mesra
Mengecup pipi basah air mata
Kita tak pernah berjabat tangan
Lebih lagi menyusur padang gembur
Sajakmu
Aku mengupas raung dan bisik rayu kota
Yang menanggalkan kaca mata batin
Dan agaknya membersit hitam di wajahmu
Sayang, kini terlambat menyadari kehadiranmu
Kini, biarlah aku berarak dan bertarak
Sebab yang tinggal hanya jejak sajak
Berkenan menyinggung tawaf rembulamku
Yang tak juga purnama
Menyadap bersitan Cahaya Maha Cahaya

KUASAMU

Kusibak gelap malam
Saat rembulan sembunyi dibalik awan
Saat sepi mencengkam
Saat gulita menyelimuti awan
Kucoba bertanya kepada dedaunan
Adakah esok kukan menjelang
Datnangnya sang mentari
Di ufuk timur nan jelita
Kudapat jawab atas tanyaku
Ada dalam kuasa-Nya


Sebuah Penantian


Satu malam dalam kesepian
Saat rembulan asik dalam senyumnya
Banyak yang kuingat
Satu malam dalam kesepian
Saat angin menari-nari
Kusampaikan segala kerinduan
Satu malam dalam kesendirian
Saat ayam jantan berkokok
Aku selipkan bisikan pelan
Saat makhluk terbaring lelap
Dengan sabar aku menanti


Perantara

Bersama mimpi
Aku pelajari tentang uang
Aku jelajahi tentang nilai
Aku nikmati makna sepi
Aku dapat budi pribadi
Untuk kuserahkan esok hari
Bersama mimpi
Waktu aku datan dalam batin-Mu

Jumat, 05 Maret 2010

Buat Calon Suami

Pernikahan atau Perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia ...
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah ...
Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah ...

Pernikahan atau Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama ...
Isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, Kamu mursyid (pembimbing)-nya,
Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya ..
Saat Isteri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Isteri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya Isteri tulang yang bengkok, Berhati2lah meluruskannya ...

Pernikahan atau Perkawinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa ...
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Muhammad Rasulullah atau Isa As,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamaullahhuwajah,
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh ...

Buat Calon Istri

Pernikahan atau Perkawinan,

Membuka tabir rahasia,

Suami yang menikahi kamu,

Tidaklah semulia Muhammad,

Tidaklah setaqwa Ibrahim,

Pun tidak setabah Isa atau Ayub,

Atau pun segagah Musa,

Apalagi setampan Yusuf

Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,

Yang punya cita-cita,

Membangun keturunan yang soleh solehah...

Pernikahan atau Perkawinan,

Mengajar kita kewajiban bersama,

Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,

Suami adalah Nakoda kapal, Kamu navigatornya,

Suami bagaikan balita yang nakal, Kamulah penuntun kenakalannya,

Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur singgasananya,

Seketika Suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,

Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya

Pernikahan atau Perkawinan,

Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa,

Untuk belajar meniti sabar dan ridho,

Karena memiliki suami yang tak segagah mana,

Justru Kamu akan tersentak dari alpa,

Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna didalam menjaga

Pun bukanlah Hajar ataupun Mariam, yang begitu setia dalam sengsara

Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi solehah ...

C I N T A

Ya Aziz..........
Jika Cinta Adalah Ketertawanan
Tawanlah Aku Dengan Cinta Kepada-Mu
Agar Tidak Ada Lagi Yang Dapat
Menawanku Selain Engkau

Ya Rohim..........
Jika Cinta Adalah Pengorbanan
Tumbuhkan Niat Dari Semua Pengorbananku
Semata-mata Tulus Untuk-Mu
Agar Aku Ikhlas Menerima Apapun Keputusan-Mu

Ya Robbii..........
Jika Rindu Adalah Rasa Sakit
Yang Tidak Menemukan Muaranya
Penuhilah Rasa Sakitku
Dengan Rindu Kepada-Mu
Dan Jadikan Kematianku Sebagai
Muara Pertemuanku Dengan-Mu
Ya Robbii..........
Jika Sayang Adalah Sesuatu Yang Mempesona
Ikatlah Aku Dengan Pesona-Mu
Agar Damai Senantiasa Kurasakan
Saat Terucap Syukurku Atas Nikmat Dari-Mu

Ya Alloh..........
Jika Kasih Adalah Kebahagiaan
Yang Tiada Bertepi
Tumbuhkan Kebahagiaan Dalam Hidupku
Di saat Kupersembahkan Sesuatu Untuk-Mu

Ya Alloh..........
Hatiku Hanya Cukup Untuk Satu Cinta
Jika Aku Tak Dapat Mengisinya Dengan Cinta Kepada-Mu
Kemanakah Wajahku Hendak Kusembunyikan Dari-Mu

Ya Ar-Rahman.........
Dunia Yg Engkau Bentangkan Begitu Luas
Bagai Belantara Yg Tak Dapat Kutembus
Di Malam Yang Gelap Gulita
Agar Tidak Tersesat Dalam Menapakinya

Ya Ar-Rahhim…….
Berikan Alas Kaki Buat Hamba Agar Jalan Yg Kutapaki Terasa Nikmat
Meski Penuh Dengan Bebatuan Runcing & Duri Yang Tajam
Hamba Sadar Semua Ini Milikmu Dan Suatu Saat
Jika Kau Kehendaki Semuanya Akan Kembali Jua Kepada-Mu
Hamba pasrahkan kehidupan hamba kepada-Mu.

Ketika Hati Menangis

Tuhanku….

ketika hati menangis, hanya kau saja yg tahu

Tuhanku….

Ketika mereka meninggalkan aku sendiri

Ketika dunia tiada simpati, Kau tetap mendengar rintihanku

PadaMu tempatku menagih kasih

Ketenangan kurasa mendekatiMu

Syahdu malam tak terasa sunyi

Tuhanku….

Ketika aku dalam kepayahan, dalam kesendirian dihimpit cobaan

Kau beri aku kesabaran, pengalaman mengajar arti kematangan

Lantas Kau membuka pintu hatiku, untuk memberi kemaafan

Pada mereka yang pernah melupakanku

Tuhanku….

Ketika aku buntu

Kau berikan aku kekuatan, kau tunjukkan aku jalan

Kau tak biarkan aku sendirian

Tuhanku….

Yang Maha Pengasih, Rahmatmu tak terkira

Syukurku melangit pun tak tercapai

Sungguh aku merasa berdosa karena dulu sering lalai

Semoga penyesalanku Kau terima
THANK YOU ALLAH FOR THE BLESSINGS YOU HAVE GIVEN